Korban Bunuh Diri

Hidup?

Pada November lalu, Metrotvnews.com memberi judul “Tim SAR Temukan Jenazah Korban Bunuh Diri” untuk sebuah berita mereka tentang seorang pria yang mengakhiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Siak, Pekanbaru, karena menganggur dan tekanan ekonomi. Penggunaan kata korban di dalam judul itu membuat saya termenung. Ternyata beberapa media massa Indonesia menyebut pelaku bunuh diri sebagai korban dan saya sendiri baru menyadari ini sekitar tiga bulan silam dari sebuah artikel di harian Kedaulatan Rakyat.

Perihal kata korban ini menarik dipandang dari segi bahasa. Jika memang dilakukan secara sadar, penggunaan kata korban untuk merajuk seorang pelaku bunuh diri mengisyaratkan bahwa kita tidak gegabah dalam menilai sesuatu – lebih bijak dalam memandang perilaku orang lain.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa bunuh diri adalah hal yang baik ataupun membenarkan tindakan itu. Akan tetapi, bunuh diri biasanya adalah respon atas suatu impuls dari luar diri. Penting bagi kita untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan mengetahui impuls tersebut.

Continue reading

Advertisements